BREAKING NEWS
latest

Advertisement

Apa itu Jam'u al-Qiraat, Tarkib al-Qiraat dan Tawjih al-Qiraat Dalam Istilah Ilmu Qiraat ?

1.      Jam’u al-Qiraat
Jam’ul Qiraat adalah suatu ungkapan tentang cara membaca Al-Quran dengan menggabungkan beberapa macam qiraat dalam satu sesi bacaan, adakalanya membaca Al-Quran dengan satu macam qiraat sampai khatam kemudian diulang dengan qiraat yang berbeda, atau adakalanya membaca dengan salah satu metode yang empat yaitu : 1) Al-Jam’u bil Kalimat, 2) Al-Jam’u bil Waqfi, 3) At-Tarkib bainal Jam’i bil Kalimat wabil Waqf, atau 4) Al-Jam’u bil Ayat. Tujuan adanya jam’ul qiraat ini tak lain hanyalah sebagai ta’lim (pengajaran) dan memberitahukan bahwasanya terdapat perbedaan lafaz-lafaz wahyu pada ayat yang dibaca.

a)      Al-Jam’u bil Kalimat (bil harf)
Metode ini merupakan cara penggabungan qiraat dengan kata atau huruf Al-Quran. Jika terdapat kata yang memiliki perbedaan dengan qiraat lain, maka dibaca dengan satu qiraat kemudian berhenti lalu diulang dengan mendatangkan qiraat yang lain baik berupa ushul atau farsyiyyat.
Contoh ketika seorang qori’ membaca surat Al-Fatihah dengan riwayat Hafs, lalu sampai pada ayat ﴿ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ tepatnya pada kata (مالك) ia berhenti, lalu mengulang dengan bacaan riwayat Warsy (tidak membaca mad), lalu melanjutkan bacaannya.

b)      Al-Jam’u bil Waqf
Metode ini yaitu menggabungkan qiraat dengan waqf (tempat berhenti), misalnya seorang qori’ membaca Al-Quran dengan qiraat tertentu sampai kepada waqf yang memang dibolehkan berhenti, dan boleh juga ibtida’ (memulai kembali setelah waqf) setelahnya, lalu mengulang kembali dengan membaca qiraat yang berbeda.
Contoh pada ayat :
﴿ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Ketika membaca ayat tersebut dengan qiraat tertentu dan berhenti pada (معدودات), lalu diulang kembali dengan mendatangkan qiraat yang lain mulai dari (واذكروا) dan seterusnya, inilah yang disebut dengan al-jam’u bil waqfi.

c)      Al-Jam’u bit Tarkib (Tarkib bainal Jam’i bil Kalimat wabil Waqfi)
Metode ini merupakan penggabungan qiraat dengan dua cara di atas.

d)      Al-Jam’u bil Ayat
Dalam metode ini seorang qori’ membaca hingga akhir sebuah ayat Al-Quran dengan qiraat tertentu, kemudian mengulanginya dari awal ayat tersebut dengan menggunakan qiraat yang berbeda dari semula, sehingga terdapat perbedaan antar kedua qiraat tersebut baik dari segi ushul maupun farsyiyyat.
Contoh pada ayat ﴿ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ , pertama dibaca dengan riwayat Warsy dengan tanpa mad pada kata (ملك) dan diteruskan sampai akhir ayat, lalu diulang kembali dengan riwayat Hafs dengan bacaan (مالك).

2.      Tarkib al-Qiraat
Tarkibul Qiraat merupakan sebuah ungkapan tentang cara membaca Al-Quran dengan mengumpulkan beberapa macam qiraat dalam satu sesi bacaan namun tanpa adanya pengulangan dari wajh (versi) qiraat lain yang berbeda.
Contoh :
-          Pada ayat :
﴿ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Qori’ membaca pada awal ayat dengan thariq Al-Azraq hingga pada kalimat (معدودات), kemudian langsung melanjutkan pada ayat berikutnya (فمن تعجّل) dengan thariq Al-Asbahani.
-          Pada ayat :
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ۞ وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ ۞ وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ ﴿
Qori’ membaca ayat pertama dan kedua dengan riwayat Hafs dengan ra’ dibaca tafkhim (tebal) pada (كوّرتْ) dan (انكدرتْ), lalu pada ayat ketiga ia membaca dengan riwayat Warsy dengan ra’ dibaca tarqiq (tipis) pada (سُيّرَتْ) lalu meneruskan bacaan pada ayat selanjutnya.

3.      Tawjih al-Qiraat
Tawjihul Qiraat yaitu menjelaskan secara rinci ragam-ragam bacaan dari segi bahasa dan i’rab (perubahan akhir kata karena adanya salah satu sebab yang merubahnya baik secara lafaz atau taqdir) dalam ilmu Nahwu. Tawjih ini menjadi sangat penting karena dengannya dapat diketahui keindahan dan keagungan makna-makna yang terkandung dalam Al-Quran. Adapun contohnya telah disebutkan sebelumnya seperti (فتبينوا ، فتثبتوا).
« PREV
NEXT »

1 comment

  1. terima kasih akhi atas tulisan ilmu yang bermanfaat. semoga ia menjadi pahala buat akhi selagi tulisan ini masih ada

    ReplyDelete