BREAKING NEWS
latest

Advertisement

Terpaksa

Tatkala masa mendesak..
Disitu terkadang hati terpaksa..
Tatkala daun sudah tua layu..
Terpaksa mengundurkan diri kala hujan turun..
Kenapa harus si 'paksa' yang mengawali?
Tiada kah kesadaran tumbuh dalak diri??
Karena si 'paksa' belum tentu benar..
Si 'paksa' harus diuji..
Guru seorang yang pintar memaksa murid..
Mereka tunduk dan patuh karena kebenaran..
Paksaan..
Sungguh memaksa..
Semua harus diawali dengan paksaan..
Ternyata si 'paksa' adakalanya benar..
Jangan memandang penampilan si 'paksa'..
Lihatlah perbuatan dan hasilnya.. ^_^

Bolehkah Percaya dengan Aplikasi Weather?

"Apakah kamu lebih memilih musuh karena ia pintar daripada teman tapi bodoh?"


 Kira-kira seperti itulah bayangan kita hidup di zaman modern ini.
Kenapa saya katakan demikian?
Kembali mengingat apa yang telah saya perbincangkan dengan salah seorang senior saya yang mana ketika itu cuaca di daerah tempat kami tinggal memang terus menerus hujan. Padahal musim dingin sudah berlalu dan sedang beralih ke musim semi yang akan diakhiri dengan musim panas.

Tapi di saat seperti ini malah sama seperti yang saya rasakan saat di Indonesia ketika musim hujan dulu.

Nah, ketika itu senior saya Rifqi Maula, sebut saja bg Rifqy sedang melihat perkiraan cuaca di aplikasi weather gadgetnya.
Beliau mengatakan bahwa beberapa hari ke depan memang akan terus turun hujan seperti apa yang telah beliau lihat di aplikasi itu.
Ketika itu juga muncul pertanyaan bagi saya, apa hukumnya kita berpedoman dengan perkiraan cuaca yang seperti itu?
Bukankah sama saja seperti kita percaya kepada takdir yang ditentukan oleh selain Allah?

(entah mengapa sepintas saya terpikir akan hal itu dan langsung terucap sehingga beliau sedikit tertawa mendengarnya :D)
Lalu tidak lama setelah itu beliau menjelaskan bahwasanya seorang filosof islam Al-Ghazali dalam pengantar kitabnya "Tahaffut al-Falasifah" telah sedikit menyinggung tentang gerhana dan seperti apa yang telah diungkapkan banyak peneliti di dunia.
Namun dalam hal ini yang saya pahami dan sangat menarik bagi saya adalah pertanyaan beliau yaitu : "kita lebih memilih siapa ; musuh yang pintar atau teman sendiri karena bodoh??"
Sama seperti : "kita lebih memilih mana ; peneliti yahudi yang telah menemukan banyak temuan dan memang sesuai dengan realita Al-Quran atau orang islam yang tidak menemukan apa-apa? Meskipun tidak selamanya temuan mereka benar.
Pikiran saya mulai mencerna dan ingin tau apa yang beliau maksudkan.
Ternyata itu semua sesuai dengan apa yang kita alami sekarang.
Banyak ilmuan-ilmuan yang meneliti seluruh apa yang ada di bumi ini dan kebanyakan mereka adalah non-muslim.
Di dalam Al-quran juga Allah memerintahkan kita untuk mencari ilmu, untuk terus berfikir tentang apa yang telah diciptakannya, karena di situlah kita bisa melihat tanda-tanda kekuasaan Allah.
Dalam surat Ali 'Imran ayat 190 Allah SWT berfirman :
(إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ)
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."
Namun, kenyataan yang bisa kita lihat saat ini hanya sedikit umat Islam yang mengamalkan ayat-ayat suci Allah ini, kebanyakan mereka hanya membaca dan menghafalnya tanpa meneliti dan menemukan teka-teki di balik kandungan Al-Quran tersebut.
Hampir semua teknologi-teknologi yang ada sekarang adalah hasil cipta orang kafir.
Nah, kembali kepada pertanyaan yang menggugah tadi.
Secara logika kita tidak boleh berkhianat, dalam artian sebodoh-bodoh apapun teman pasti kita lebih memilihnya daripada musuh meskipun mereka pintar.
Dalam persoalan ini, orang kafir memang sudah jelas sebagai musuh islam.
Namun apakah kita boleh menggunakan alat-alat teknologi hasil penelitian mereka?
Dan bahkan ada diantara mereka yang telah meneliti apa yang terkandung dalam Al-Quran?!
Jawabannya jelas boleh, asalkan kita tidak meninggalkan agama Allah karena mengagumi mereka.
Malah seharusnya dengan menggunakan hasil temuan mereka menjadikan pikiran kita lebih terbuka akan luasnya kekuasaan Allah SWT, dan menambah iman kita kepadaNya.
Lebih baik lagi karena melihat penelitian-penilitian mereka, kita menjadi tergugah untuk meneliti juga apa yang ada dalam Al-Quran sehingga kita bisa mengagumi kekuasaan Allah sebagai Tuhan agama kita.
Nah, oleh karena itu, terkait kepercayaan kita akan perkiraan cuaca di gadget tersebut yang sebagai teknologi canggih saat ini bisa saja hal itu benar atau sebaliknya.
Pada dasarnya, kita boleh saja percaya ataupun tidak dengan hasil temuan mereka, karena mereka telah membuktikannya sendiri dengan penelitian, asalkan tidak menghilangkan kepercayaan kita bahwasanya Allah SWT yang telah menjadikan semua itu.
Berbeda halnya dengan ramalan-ramalan yang dilakukan oleh mereka yang meramalkan bintang dan takdir kehidupan seseorang, itu telah dilarang dalam agama islam dan temasuk dalam golongan syirik kecil.
Wallahu a'lam bis shawab~


Dinamika Islamophobia Lintas Sejarah (Telaah Sikap Terhadap Penistaan Nabi)

          Istilah 'tourist is terrorist' telah menyebar di kalangan Eropa sebab munculnya islamophobia yang terjadi di negaranya akhir-akhir ini. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan islamophobia?

Arti Islamophobia
           Menurut sejarah, kata phobia berasal dari Bahasa Yunani, berarti: takut. Yaitu suatu ketakutan yang amat sangat terhadap sesuatu. Phobia adalah penyakit mental, namun si penderita tidak disebut gila, akan tetapi hanya seperti penyakit traumatis saja.

            Selain itu, banyak istilah lain yang dinisbatkan kepada kata phobia, sebagai contoh :
              - acrophobia: takut ketinggian
              - autophobia: takut sendirian
              - androphobia: takut laki-laki  
              - venustraphobia: takut wanita cantik
              - garnophobia: takut kawin, dll.

          Istilah islamophobia sendiri sudah digunakan sejak tahun 1980-an. Namun mulai didefiniskan pada 1997 sebagai rasa takut dan benci terhadap Islam lalu membawa kepada takut dan tidak suka kepada orang Islam, juga berdampak kepada mendiskriminasikan orang Islam dengan mengasingkan mereka dari kegiatan ekonomi, sosial dan kehidupan masyarakat. Kemudian istilah ini menjadi popular setelah adanya serangan gedung WTC di Amerika Serikat pada 11 September 2001.

          Namun dalam riwayat lain, dikatakan bahwa kemunculan istilah islamophobia diawali ketika mantan wakil Presiden era Bus, Jr–Dick Cheney dikenal memiliki fobia terhadap Islam sehingga jurnalis barat membuat istilah Islamophobia untuk menggambarkan kondisi orang-orang seperti Cheney.

        Dilihat dari sejarahnya, pasca Perang Dunia II yang telah meluluh lantakkan sebagian besar negara-negara di Eropa memaksa bangsa-bangsa di Eropa mengimpor para pekerja dari luar untuk membangun kembali negara mereka yang telah hancur. Sebagian besar negara-negara di Eropa (khususnya negara Eropa Barat) memasok para pekerja dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, seperti: Aljazair, Maroko, India, dan Turki. Para pekerja asing ini semakin hari semakin berlipat ganda jumlahnya, bahkan banyak di antara mereka yang berkeluarga dan berketurunan di Eropa lalu menjadi muslim. Keberadaan para pekerja asing ini lama-kelamaan mengalami beberapa kendala sosial terkait dengan kebiasaan dan kebudayaan masyarakat pribumi Eropa. Tidak sedikit yang berselisih hingga menyebabkan konflik di masyarakat yang berujung pada kerusuhan dan kekerasan. Kejadian-kejadian seperti ini memupuk stigma-stigma negatif terhadap Islam yang berujung kepada ketakutan terhadap Islam atau yang lebih dikenal dengan istilah Islamophobia. Diperkuat dengan kejadian-kejadian teror yang menyita perhatian dunia dan sebagian besar dilakukan oleh-oleh kelompok Islam radikal seperti: tragedi WTC di Amerika, bom bunuh diri di Spanyol, pembunuhan terhadap sutradara Theo Van Gogh di Belanda oleh seorang muslim, dan yang sedang trending topic ialah penembakan kantor majalah Perancis, Charlie Hebdo.

             Adapun dampak islamophobia yang terjadi di Eropa yaitu sebagai berikut :
  1. Pelarangan pemakaian burkak (cadar) bagi muslimah Perancis dan Belanda dengan alasan dapat menghambat komunikasi antara murid dan guru sebagai salah satu esensi pendidikan atau sesama murid, termasuk juga menyulitkan identifikasi siswa ketika ujian.
  2. Diskriminasi terhadap pelaksaan ibadah umat Muslim.
  3. Pemeriksaan ekstra ketat di setiap imigrasi transportasi darat, laut, dan udara terhadap pendatang muslim atau mereka yang berasal dari negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.
         Lalu mengapa Islam sebagai agama yang rahmatan lil'alamin ditakuti bahkan dibenci oleh sebagian orang di belahan bumi?

       Yang patut diketahui adalah bahwa Yahudi, Nasrani dan musuh-musuh Islam lain sering mempropagandakan bahwa agama Muhammad adalah agama yang penuh dengan keburukan, kebencian, permusuhan, dan peperangan. Propaganda seperti itu kian semakin terstruktur dan sistematis hingga pada abad ke-19 M disusunlah sebuah konspirasi yang kemudian dikenal dengan Protocol of Zion dan bertujuan ingin mewujudkan negara Yahudi Raya (Zionisme).

           Dalam sebuah 'Konferensi al-Quds', Samuel Zwemmer mengatakan: “Sebenarnya tugas engkau bukanlah mengeluarkan orang-orang islam dari agamanya menjadi pemeluk agamamu, akan tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (Al-Qur’an dan Sunnah) sehingga menjadi orang-orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan) menjadi terpecah-belah dan jauh dari persatuan.”


Islamophobia Pada Masa Rasulullah ﷺ
          Pada masa silam, perjalanan dakwah Rasulullah SAW mendapatkan respon negatif dari kaum kafir Quraisy berupa hinaan, ancaman hingga kekerasan. Sebagaimana mereka menghina bahwa Nabi Muhammad adalah orang gila dan tukang sihir seperti tersebut dalam Q.S. Ad-Dzaariyat: 52, bahkan beliau dihina sebagai dukun seperti tercantum dalam Q.S. Al-Haaqah: 42. Tidak hanya itu, perjalanan nya ke Thaif mendapatkan lemparan batu, bahkan mendapat ancaman pembunuhan. Perlakuan kejam yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy pun ikut menimpa para Sahabat dan keluarga Rasulullah.

         Melihat hal itu, jelaslah bahwa dampak islamophobia yang terjadi di Eropa serupa dengan apa yang terjadi pada masa Rasul, meski sebab munculnya berbeda. Kebencian mereka tidak lain disebabkan karena merasa takut akan kehilangan agama nenek moyang mereka, sehingga muncul lah segala macam bentuk penghinaan dan pelecehan kepada Rasul dengan tujuan agar Beliau menghentikan dakwahnya.

Sikap Kita Sebagai Umat Islam
        Menyikapi isu islamophobia, kiranya solusi yang paling baik adalah menanamkan terlebih dahulu nilai-nilai ruh Islam secara sempurna dalam diri sendiri dan selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermsyarakat. Tentunya, kita tidak perlu membalas islamofobia yang ada di Barat dengan fobia kepada Barat, karena kebencian orang-orang kafir terhadap umat Muslim sudah mengakar dalam hati mereka, sebagaimana terkandung dalam Q.S. Al Baqarah: 120 
(ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم).

          Betapa banyak hinaan dan cacian yang dialami Rasulullah SAW. sampai suatu ketika, Aisyah r.a bertanya kepada Rasul: “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari perang Uhud?" Rasulullah pun menjawab: "ya..!" seraya mengenang peristiwa di Thaif tatkala tiga pemuka Thaif yang didatangi Rasul dan diajak masuk Islam namun mereka bukan saja menolak, bahkan mendengar Rasul pun merasa enggan. Hal ini justru bertentangan dengan tata krama penduduk Arab dalam menghormati tamu. Mereka dengan tegas menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Rasul. Kemudian ketika tak ada lagi yang bisa diharapkan dari penduduk Thaif, Rasul pun beranjak pulang. Lalu dalam perjalanan pulang, Rasul dibuntuti para pemuda Thaif sambil mengganggu, mengejek, serta melempari Rasul dengan batu, sehingga kedua sandal Rasul pun penuh cucuran darah.

        Kemudian Rasul mengadu kepada Allah SWT hingga diutusnya malaikat yang mengurusi gunung untuk dibenturkan kepada mereka, hanya saja Rasul melarangnya dengan jawaban: “Aku hanya berharap kepada Allah SWT, jika mereka tidak menjadi muslim, semoga pada suatu saat nanti anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang menyembah dan beribadah kepada-Nya.”

         Berkaitan dengan islamophobia, hendaknya emosi umat Muslim tidak terpancing setelah ditimpa ujian dan cobaan berupa cacian dan makian yang dilontarkan, karena itulah misi kaum zionis yaitu dengan membuat murka umat Islam hingga membalas mereka dengan radikal.

          Selain itu, kita dapat menyuarakan keadaan tersebut kepada organisasi-organisasi internasional, seperti: organisasi Liga Amerika Arab, Organization of Islam Conference, UNESCO, PBB, dll untuk mengecam hal serupa terulang kembali. Wallahu a'lam bisshawab.



Materi ini disampaikan dalam diskusi wilayah di rumah mahasiswa Hay Inarah, Ain Chock, Casablanca, Maroko pada 17 Maret 2015.

Mukjizat Nabi Muhammad (Bahasa Aceh)

                              Keterangan: Foto diatas adalah tradisi Kenduri Maulid di Aceh


Na saboh cerita tentang sahabat nabi yg watee nyan geu neuk peugeot syukuran (dalam bahasa geutanyo lagee kenduri) tapi gobnyan ureung gasien dan cuma na dua boh ruti sajan geuh, jadi geujak bak Rasul gepeugah : "Ya Rasul, rencana ulon tuan singoh na peuget syukuran bacut di rumoh, jadi lon jak keuno bak droneuh dengan maksud jak undang droneuh, lon hawaa that that peuget syukuran nyoe ngen droneuh."

Jadi beudoh teuk Rasul geu yak hoi ureung-ureung yang na di lua.
"Hai awak droneuh mandum, singoh na syukuran di rumoh si fulan nyo, neu jak mandum beh!"

Geu deungo le sahabat nyo buno meu tekeujot teuk gobnyan, teu duek teu iem hana haba, maksud gobyan geu yak undang Rasul mantoeng pajoh ruti dua ngen gobnyan, sebab hana makanan laen.

"Ka paloe teuh, kiban cara nyo, ruti cuma dua boh tapi rame ureung geu hoi le nabi, meunyo lon hana pajoh hana masalah, tapi saboh ruti peu seb keu mandum ureung yang that rame nyan?!"

Geu pandang le Rasul pejeut sahabat nyo gelisah, geu tanyong: "Pejeut gata ya fulan?"

Geu jaweub le sahabat: "Ulon tuan meu pikiran ya Rasul, maksud ulon tuan cuma neuk peuget syukuran ngon droneuh mantong sabab lon pih cuma na dua boh ruti sagai, tapi ka neu hoi yg laen lon mumang hana pat mita makanan laen, takot han seb saboh ruti nyan (geu kliek sahabat)."

Singoh uroe acara geu cok teuk dua boh ruti nyan lee Rasulullah geu boh lam ayan kemudian geu tob ngen ija. Geu jak hoi lee Rasul lhee droe ureung yg na di lua pajoh ruti nyan, leuh nyan geu hoi lom lhee droe ureung teuk yg laen sampoe abeh mandum ureung..

Subhanallah, dua boh ruti nyan seb keu mandum ureung yang jak syukuran nyan, sahabat pih senang hatee geuh karena nyan.

Nyo merupakan saboh cerita mukjizat nabi yang na dikisahkan dalam kitab "Asy-syifa" yg ji tuleh le ulama Maroko, Qadhi 'iyadh (hal.190).

Dari cerita nyo jeut tacok kesimpulan bahwa rezeki nyan mandum dari Allah, pasti na cara Allah geu bri rezeki keu hamba geuh. Jadi meunyo na hawa ta peuget kenduri bek yoo han seb makanan dan laen-laen, insya Allah seb ubee na ramee ureung. Meunyo niet teuh get insya Allah buet pih lancar.
Wallahu a'lam bis shawab.



Sketsa Indah Negeri Senja Maroko

Maroko adalah negara islam yang berada di Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Spanyol yang hanya dipisahkan oleh selat Gibraltar.

Sampai saat ini negara dengan sebutan maghrib (negeri matahari terbenam) ini tidak begitu masyhur di kalangan masyarakat Indonesia, malah kebanyakan mereka mengira negara ini terletak di Timur Tengah seperti negara-negara Arab pada umumnya.

Berbeda dengan negara lain, Maroko sebagai negara kerajaan memiliki dua ibukota negara yaitu Rabat sebagai ibukota administrasi dan Casablanca sebagai ibukota industri. Tidak heran kalau kedua kota ini terlihat lebih ramai dan padat penduduknya, sehingga membuat suhu udara keduanya sedikit lebih tinggi saat musim dingin dibandingkan kota lain disebabkan oleh polusi. Kami sering menyebut kedua kota ini sebagai 'Jakartanya Maroko'.

Menariknya, istana raja bisa kita dapati di setiap kota di Maroko tidak seperti Indonesia yang hanya menempatkan istana presiden hanya di ibukota negara atau tempat tertentu saja.
Casablanca yang menjadi tempat rantauan saya mewujudkan impian saat ini juga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan kota-kota lain yang berada di Maroko.
Secara etimologi 'Casablanca' berasal dari bahasa Perancis yang mengandung arti Rumah Putih atau Ad-darul Baidha' (dalam bahasa Arab).

Menurut pendapat sebagian masyarakat Maroko, dinamakan dengan Casablanca karena kebanyakan gedung-gedung dan bangunan di kota ini berwarna putih, sehingga tampak lebih bersih dan rapi.
Sabtu pekan lalu saya menuju kotanya Casablanca atau dikenal dengan medina. Kota dengan tempat saya tinggal lumayan jauh dan harus ditempuh dengan bus kota sebagai transportasi yang sangat relevan untuk masyarakat ekonomi kelas bawah. Masing-masing nomor bus di kota ini sesuai dengan jalur yang ditujunya. Dan biasanya saya menumpangi bus nomor 22 untuk menuju ke kota. Bisa juga naik petit taksi (taksi kecil), namun harganya terjangkau sangat tinggi untuk menempuh jarak yang jauh.

Hal ini berbeda dengan Indonesia yang bisa mengakses transportasi dengan mudah.
Kalau berbicara soal sepeda motor (warga Aceh menyebutnya kereta), di Maroko tidak banyak yang memiliki kendaraan ini. Toh kalaupun ada, motor di sini sudah tidak layak pakai.
Sampai di kota, terlihat begitu membekas sisa-sisa jajahan Prancis di negara ini. Bangunan, cafe, restaurant dan lainnya tampak seperti di Prancis, bahkan segala bentuk tulisan yang kita temukan menggunakan bahasa Prancis dan sedikit sekali menggunakan bahasa Arab. Begitu kentalnya akulturasi budaya eropa di maroko membuat masyarakat maroko tidak canggung ketika diajak berkomunikasi dgn bngsa eropa.

Tidak hanya itu, kabarnya bus kota yang sering saya tumpangi merupakan buangan Prancis, maka tidak heran ketika melihatnya saya teringat bus Kopaja yang pernah saya tumpangi di Jakarta karena keduanya tidak jauh berbeda.

Casablanca merupakan kota yang paling mewah di Maroko. Sangking mewahnya apapun yang diperdagangkan di sini sangatlah mahal dibandingkan dengan kota lain. Meskipun begitu, kerajaan Maroko sangat memperhatikan masyarakatnya yang tinggal di pelosok desa atau jauh dari kota-kota besar, sehingga semakin jauh suatu daerah dari kota besar, barang yang diperjualbelikan semakin murah. Begitu juga sebaliknya, barang-barang yang diperjualbelikan di kota-kota besar seperti kota Casa ini ternilai mahal. Hal ini sangatlah berbanding terbalik dengan yang terjadi di Indonesia.
Di kota ini juga terdapat suq qadim (pasar tua) yang terkesan masih sangat kental aroma khas Arabnya.  Mulai dari pernak-pernik khas Maroko, lukisan-lukisan Arab kuno, alat-alat musik tradisional, hingga pakaian, makanan dan buah-buahan serta alat teknologi juga banyak diperdagangkan. Tidak hanya orang Maroko, tetapi juga orang Afrika berkulit hitam banyak yang berjualan di tempat ini.

Namun jika Anda mengunjungi pasar ini pada pagi hari, tidak Anda temukan satu orangpun yang berjualan. Karena kebiasaan orang-orang Maroko keluar dari rumah mereka alias beraktifitas pada menjelang senja atau ba'da ashar.

Ketika itulah saya merasa sangat nyaman dan tenteram duduk di tengah keramaian kota yang sejuk nan indah ini. Terlebih ketika tramway (kereta lintas kota) melewati keramaian ini, menjadikan alun-alun kota ini sebagai daya tarik bagi tourist (wisatawan asing) untuk mengabadikan perjalanan mereka dengan berfoto. Dari arah lain terlihat anak-anak asyik bermain dan berlari-lari ke sana kemari, para remaja juga tidak kalah asyiknya ketika memainkan papan skateboard mereka, orang tua pun kelihatan fresh dan santai, sebagian mereka ada yang sambil meneguk secangkir kopi di cafe-cafe merenungkan dunia, banyak orang duduk-duduk bersantai menikmati suasana senja.
Kebiasaan-kebiasaan seperti inilah yang membuat negara seribu benteng ini dijuluki negeri senja.

http://aceh.tribunnews.com/2015/01/31/sketsa-indah-negeri-senja
https://www.islampos.com/sketsa-indah-negeri-senja-160464/

Profil Penulis :
AZHARI MULYANA, Mahasiswa S1 jurusan Dirasat Islamiyah Faculté des lettres et sciences humaines Université Hassan II, Casablanca, Maroko.
Alumnus MAS Ulumul Qur'an Langsa, Aceh angkatan 2013.

MTQ Internasional Tidak Semeriah Tingkat Provinsi di Aceh

Musabaqah Tilawatil Qur'an atau kerap disapa MTQ oleh kalangan masyarakat Indonesia merupakan sebuah perlombaan membaca Al-Qur'an dengan lagu. MTQ ini sudah dilaksanakan mulai tahun 1940-an sejak berdirinya Jam'iyyatul Quraa wal Huffadz oleh Nahdlatul Ulama.
Tidak hanya membaca Al-Quran dengan lagu yang diperlombakan, tetapi juga banyak cabang-cabang lainnya seperti Hifdzul Qur'an (lomba menghafal Al-Quran), Fahmil Qur'an (lomba cerdas cermat agama), Khattil Qur'an (lomba menulis khat Arab), Tafsirul Qur'an (lomba menafsirkan Al-Quran dalam tiga bahasa), dan lain-lain.

Masyarakat Indonesia pada umumnya sangat memperhatikan kegiatan MTQ ini dengan ikut meramaikannya setiap kegiatan ini berlangsung. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional.

Seperti halnya di Aceh, rasa sosialisme antar sesama yang sangat tinggi terlihat ketika mereka ikut menyemarakkan kegiatan MTQ ini. Mulai dari panggung, dekorasi, bahkan kostum peserta MTQ telah dipersiapkan. Rasa kagum dan bangga saat melihat putra-putri mereka menampilkan bakatnya yang luar biasa dari sisi keagamaan.

Tidak hanya itu, para pedagang pun turut mendukung suksesnya acara ini. Seperti souvenir MTQ, pakaian berlambangkan MTQ, khat-khat Arab, hingga pameran dari setiap daerah pun ikut diperdagangkan pada acara tersebut.

Namun berbeda dengan negara lain yang juga melaksanakan kegiatan ini. Sebagai salah satu contoh, MTQ Internasional Penghargaan Raja Maroko ke-10 yang telah berlangsung beberapa hari yang lalu di Mesjid Hassan II Casablanca, Maroko.

Dilihat dari segi keagamaan, Maroko merupakan negara yg mayoritas penduduknya memeluk agama islam layaknya Indonesia. Namun sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa MTQ yang dibuka secara langsung oleh Dr. Ahmad Taufik selaku Menteri Wakaf dan Urusan Islam Maroko ini dilaksanakan.

Disamping MTQ ini dilaksanakan di aula yg tertutup dalam mesjid, terdapat juga satpam yang hanya membolehkan orang-orang tertentu yang dapat masuk sehingga masyarakat Maroko sendiri pun tidak bisa menyaksikan event ini karena penjagaannya yang cukup ketat.

Jika dibandingkan dengan MTQ tingkat kabupaten seperti dilaksanakan di Aceh, MTQ internasional ini kelihatan sangat sepi terlebih ketika peserta dari berbagai negara menampilkan bakat mereka, yang ada hanyalah pendamping dan peserta dari masing-masing kontingen. Begitu pula dekorasi, panggung, konsumsi serta pelayanan peserta yang terkesan simple dan kurang memadai.
"kalau kalian tidak ikut meramaikan di sini, mungkin anak-anak kita dari Indonesia kurang bersemangat untuk bersaing dalam perlombaan ini." kata seorang pendamping kafilah MTQ dari Indonesia. Meskipun acara ini akan ditampilkan dalam layar TV Maroko, namun masyarakat Maroko sendiri terasa tidak memiliki acara tersebut.

Begitulah sedikit perbandingan yang saya lihat langsung beberapa waktu lalu saat saya bersama teman-teman mahasiswa Indonesia di Maroko ikut mendukung duta-duta Indonesia dalam berpartisipasi pada kegiatan ini.

http://aceh.tribunnews.com/2014/12/31/mtq-internasional-tak-semeriah-tingkat-kabupaten-di-aceh





Cerita Nyata Syekh Mutawwaly

Ini adalah sebuah cerita nyata tentang seorang ulama Mesir, (dikutip dari Koran Mesir thn 1995). Nama beliau adalah Syekh Al-Mutawwaly asy-Sya'rawi. Ketika beliau jatuh sakit, beliau dibawa ke Jerman untuk di operasi. Di dalam ruangan tunggu tersebut juga ada dua orang ibu yang akan melahirkan. Kita misalkan Ibu Ana dan Ibu Ani, setelah keduanya selesai menjalankan operasi, ibu Ana melahirkan bayi laki-laki, sedangkan ibu Ani melahirkan bayi prempuan. Lalu bayi mereka ditukar oleh dokter RS setempat, namun mereka menolak karena mereka sama-sama menginginkan bayi laki-laki hingga akhirnya mereka bertengkar.

Dokter pun bingung harus berbuat apa, kebetulan seorang Syekh Mesir yang akan menjalani operasi tersebut berada di ruang itu, dokter pun langsung menanyakan kepada Syekh dan meminta pendapat beliau, ia mau menguji syekh tersebut karena ia tahu bahwa "Islam adalah Solusi".
Syekh pun bingung, jika beliau salah berpendapat berarti beliau memalukan Islam, karena beliau membawa nama Islam.

Ternyata, Syekh menyuruh untuk mengambil air susu Ibu Ana dan Ibu Ani untuk diteliti, menurut beliau asi yang lebih banyak gizinya berarti ialah ibu dari anak laki-laki tersebut, dan jika gizi yang terkandung lebih sedikit berarti ia adalah ibu si anak perempuan.

Subhanallah, ternyata setelah diteliti oleh para dokter benar lah apa yang di katakan Syekh. Padahal beliau tidak tahu sedikit pun tentang ilmu kesehatan maupun kedokteran, beliau hanya menyerap  ilmu dari ayat Al Qur'an yang mengatakan
ﻟﻠﺬﻛﺮ ﻣﺜﻞ ﺣﻆ ﺍﻷﻧﺜﻴﻴﻦ
"Bagian anak laki-laki adalah dua bagian anak perempuan."

Pandangan Pertama

Sejak pertama ku melihatmu.. Seakan hatiku kedatangan seorang tamu..
Dengan sinar..
Kudus kasih Allah yang telah membisikkan jiwaku..
Ku rasa Allah menghadiahkan sebuah keindahan untuk ku jaga..
Ku bina..
Ku bimbing..

Apakah ini yg dinamakan cinta sejati?
Tiupan syahdu mengiringi langkahku..
Teringat..
Bagaimana maksud cinta suci itu?
Oh adikku..
Kan ku jaga engkau sebaik mungkin..
Menuju jalan yang diberkahi Allah..
Apalah arti cinta kalau membuat wanita jadi hina?
Apalah arti kasih sayang jika membuat wanita jadi kotor?

Ala Bisa Karena Biasa

Keahlian seorang Kakek dalam sebuah pertunjukan sircus.

Seorang pemuda dgn hebatnya memainkan bola dgn tangan dan kakinya menginjak sebuah tali yg mengayun tinggi di atas. Penonton bersorak-sorak dan bertepuk tangan melihat keahlian pemuda tsb dgn semangatnya (hhuhuii.. Hebat ! Hebat ! Waaahh... Keerreenn...) sorak penonton.

Di sudut tempat duduk penonton, ada seorang kakek yg memperhatikan pemuda tersebut, ia berbisik kepada teman di sebelahnya yg juga menonton aksi tersebut: "Dia bisa seperti itu karena sering melakukannya, saya sering melihatnya menaiki tali jemuran di samping rumah saya dan mengayun-ayun seperti itu."

"Tapi saya herannya kenapa dia bisa berlama-lama seperti itu...?" teman di sebelahnya pun bingung.

"Memang sebelumnya kakek melihatnya berjalan di atas tali seperti itu hanya sebentar saja ya??"

Kakek itu langsung menjawab: "Ya...! baru dua langkah saya lihat dia berjalan seperti itu langsung saya pukuli dengan sapu karena merusak jemuran saya, toh bukan dia saja yang bisa seperti itu..." leceh kakek.

Datanglah si kakek dengan berani dan percaya dirinya tanpa takut disorak. Semua penonton tercengang ketika melihat seorang kakek yang sudah sepuh tiba-tiba berjalan ke tengah panggung.

Ternyata ia ingin menantang pemuda yang menaiki tali itu: "Hey kau! Kau merusak jemuran ku kemarin! Kau ku tantang sekarang! Kalau memang kau hebat, coba ambil karet yang telah ku sambung hingga panjang ini, lalu kau melompat-lompat dengan tali ini layaknya anak kecil yang bermain lompat tali.

Pemuda itu pun menerima tantangan tersebut dan menganggapnya sepele. Lalu diambilnya karet itu dan langsung ia bermain lompat tali seperti dimainkan oleh anak-anak kecil zaman sekarang.

Namun, ternyata ia tidak bisa memainkannya dan terjatuh karena terikat kakinya dengan tali karet.
Sedang ramai penonton yang menyaksikannya pun tertawa terbahak-bahak.

Lalu si kakek mengambil karet itu dan bermain lompat tali dengannya, penonton merasa kagum dan terpesona melihat sang kakek separuh baya itu bermain lompat tali sambil memperlihatkan beberapa buah gaya lelucon, namun ia tidak terjatuh sekalipun.

"Wuaahh..! Kakek itu hebat sekali.." sorak penonton.

Pemuda itu merasa malu karena kalah dengan tantangan seorang kakek yang sudah sangat tua dengan permainan yang dianggap mudah oleh semua orang.

Dengan tersenyum kakek mengatakan :
"Keahlian yang kita miliki sekarang karena kita sering melatihnya, ala bisa karena biasa."

Jadi, jangan lah berlaku sombong, karena dibalik keahlian dimiliki saat ini, ternyata masih banyak keahlian luar biasa yang dimiliki oleh orang lain..

Malas Mengurangi Rezeki

Pernah suatu ketika gue ke warnet.. Setelah selesai gue tanya kepada pemiliknya ; berapa harganya kak? Dia bilang 4ribuan aja..
Kebetulan gue ambil
personal krn hanya sebentar mengakses internet..
Karena saat itu jg di dompet gue hanya ada uang 100ribu, gue langsung kasih tuh uang buatnya, ada sih uang dua ribuan cuma selembar,
toh ternyata dia pun gak ada kembaliannya, dia tanya ;
gda uang kecil aja deg? Gak ada kak, cuma 2ribu doank yg ada..gue bilang,
Ya udda deh, 2ribu aja sini..
Hahaha..
kata-kata itu yg gue tunggu2..
coba bayangkan kalau beberapa org lain juga mengalami hal yg sama seperti yg gue alami, gue sih gak untung2 kali, biasa aja..
si pemilik warnetnya yg rugi..
Padahal di sebelah banyak toko yg berjualan lainnya, dasar malas..
saat itu jg gue terpikir untuk buat status :
..."MALAS dapat menyebabkan rezeki berkurang"...
Setuju ???!;)

Bahasa Tersingkat di Dunia

A E I U
4 huruf tersebut tergolong ke dalam huruf vokal dalam Tata Bahasa Indonesia.
Namun, dalam bahasa Aceh yang merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia, huruf-huruf tersebut memiliki makna setiap hurufnya.
A = kakak
E = mau
I = air
U = kelapa
A E I U = kakak mau air kelapa.