BREAKING NEWS
latest

Advertisement

Akhir Hidup Sang Penakluk Andalusia

Banyak yang menuliskan tentang kisah Thariq bin Ziyad pada saat ia membuka Spanyol-Islam ratusan tahun yang lalu, tapi hanya sedikit periwayatan sejarah yang menceritakan tentang akhir hidup sang penakluk, di sini saya akan memaparkan beberapa sumber referensi terkait, dan ternyata ada ibrah penting yang bisa diambil.

Profesor sejarah Universitas New York, David Levering Lewis menyebutkan bahwa setelah beberapa saat menjadi gubernur Spanyol-Islam, Thariq bin Ziyad dipanggil kembali oleh Khalifah Al-Walid ke Damaskus. Ia berangkat bersama Musa bin Nushair pada 714 Masehi. Lalu setahun setelahnya sang khalifah wafat dan digantikan oleh Sulaiman bin Abdul Malik.

Saat menjabat sebagai khalifah, Sulaiman sempat akan mengangkat kembali Thariq menjadi gubernur Andalus, namun gagal karena adanya desas-desus yang menggambarkan bahwa rakyat Andalus sangat taat terhadap Thariq, dan hal itu bisa membahayakan kedudukan khalifah. Akhirnya sang Khalifah membatalkan rencananya tersebut.

Jadi jika dibandingkan politik pemerintahan pada masa kerajaan Islam dulu dengan sekarang tidaklah jauh berbeda. Sosok yang dianggap baik dan mumpuni pasti tidak akan diangkat menjadi pemimpin, takut nanti rakyatnya akan terlalu fanatik terhadapnya. Jadi kasus-kasus seperti ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan sudah berlangsung berabad-abad lamanya, ya itulah fakta sejarah berkata, dan sudah menjadi tradisi dalam kehidupan. Bagaimana cara mengubahnya? Rasa iri dan dengki pasti akan selalu muncul dalam benak manusia.

Sementara tahun-tahun akhir hidup Thariq bin Ziyad masih penuh misteri karena sedikit yang meriwayatkannya. Alwi Alatas menyatakan bahwa Thariq wafat enam tahun setelah kepulangannya ke Damaskus, yaitu pada tahun 720 Masehi.

Sedangkan penaklukkan di Andalus dilanjutkan oleh putra Musa bin Nushair bernama Abdul ‘Aziz yang menjadi ‘amir pertama Spanyol-Islam dan terus berlanjut dari masa ke masa hingga akhirnya militer muslim berhasil menjangkau seluruh wilayah Spanyol, Prancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia.

Umat islam pun mulai membangun dan mempercantik lagi bangunan dan kota-kota di Spanyol. Banyak masjid dibangun, pepohonan dan bunga-bunga juga diimpor dari Timur. Tidak hanya itu, mencapai masa kejayaannya, Andalusia bahkan menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan dengan beribukota di Kordoba.

Dalam dunia Islam, Kordoba merupakan salah satu pusat budaya yang maju. Populasi kekhalifahan Kordoba ini pun mencapai 500.000 jiwa dan saat itu mengalahkan Konstantinopel sebagai kota terbesar dalam hal jumlah maupun kemakmuran penduduk di Eropa.
« PREV
NEXT »

No comments