BREAKING NEWS
latest

Advertisement

Becermin Membuat Kita Bersyukur

Ketika kita melihat lebih jauh tentang sifat diri kita sendiri, pasti akan memunculkan ribuan pertanyaan yang terkadang membuat kita heran, takjub, kecewa, menyesal, bangga bahkan kita akan dibuat tersenyum-senyum oleh semua keunikan itu.

Lumrah, setiap individu memiliki ciri khas tersendiri, dan sifat manusia berbilang-bilang, kadang memiliki persamaan di satu sisi, namun berbeda di sisi yang lain.

Seumpama, ada yang pintar mengawal suasana, pastilah ia seorang yang asyik dan mudah bergaul. Dalam kelompok, ia lebih unggul, orang-orang di sekelilingnya terkagum-kagum, ada saja kata-kata atau tingkah lakunya yang membuat orang lain minimal senyum, ataukah tertawa. Ketika ia diminta
tampil di depan khalayak, tanpa persiapan apa-apa ia tetap tampil percaya diri, ucapan dan kata-kata manis keluar dari mulut tanpa direncanakan. Ciri orang seperti itu biasanya jarang terlihat murung, mengapa? Karena ia tidak sempat jenuh dengan kemurungannya, suasana hatinya selalu bahagia. Ia selalu mengawali pembicaraan dengan menyapa orang lain basa-basi. Bisa dikatakan ia super aktif atau heboh. Dengan sendirinya, orang lain nanti akan menyapa ia lebih dulu. Sebaliknya, ketika sosok ini absen, kelompok tersebut terasa sepi.
Itu merupakan salah satu contoh karakter. Apakah Anda merasa memiliki sifat yang sama?

Coba kita lihat contoh yang lain. Sosok yang bisa dikatakan pemalu, memiliki rasa percaya diri yang rendah ketika bergumul dalam suatu kelompok. Bukan berarti ia tidak pandai berteman, justru dalam ruang lingkup yang lebih kecil, dalam rumah misalnya, ia menjadi aktor utama kegirangan rumah itu. Ia tidak ingin muncul di publik karena rasa tidak percaya dirinya yang tinggi, bahkan dipaksa pun ia tidak mau berbicara di hadapan publik. Sosok ini terlihat kadang merenung, memikirkan nasib dan tak jarang ia menyadari kekurangannya. Ia tahu akan kekurangan itu hanya saja ia tidak mau mengubahnya, ia hanya menerima kekurangan itu dan menjalaninya. Meski begitu, ia kadung bahagia dengan sikap teman-teman di sekeliling yang merasa butuh akan kehadirannya, ia bisa meramaikan kelompok yang kecil saja. Apakah Anda merasa memiliki sifat yang sama?

Kita perhatikan contoh karakter lainnya, sosok satu ini bisa dibilang pendiam, mengapa? Karena ia tidak berbicara melainkan yang hanya ia anggap perlu. Karakternya dingin, lebih sering disegani, tidak pandai mengawali pembicaraan, orang-orang tertentu saja yang bisa akrab mengobrol dengannya, ya, mereka adalah orang terdekat yang telah saling mengenal satu sama lain. Biasanya, kalau ia sudah percaya terhadap satu orang, rahasia apapun akan diceritakannya. Tapi, ketika ia merasa dikhianati, sumpah mati ia akan mengunci mulutnya rapat-rapat. Ia lebih berperasaan, dan menggunakan akalnya sebelum berbicara, oleh karena itu kadang jika teman-temannya sedang membicarakan sesuatu, ia tampak tidak menggubris, padahal ia menyimak sembari mencerna kata-kata yang teruntai dari mulut mereka. Tidak jarang ia mengomentari mereka dalam hati saja, hanya ketika ia menemukan kesalahan fatal dari pembicaraan itu tak disangka ia langsung bertindak meluruskannya dengan serius. Ia sosok yang begitu serius ketika berbicara, tapi sering juga ia bercanda dan mengawali candaan untuk menutupi kekurangan dirinya. Namun fatal, tidak semua yang mendengar candaannya paham dengan sifatnya, contoh misal ada orang yang belum mengenal sosok satu ini, terdengar aneh ketika ia mendengarnya bercanda, karena ia hanya tahu sosok ini pendiam dan serius. Hanya orang-orang terdekatnya yang tahu sifat asli ia seperti apa. Berkenaan dengan public speaking, jangan heran ia akan selalu tampil maksimal jika memiliki posisi, karena ia telah mempersiapkannya matang-matang. Tapi, kalau ia tidak memiliki posisi apa-apa, ia lebih memilih diam dan menyimak. Apakah Anda merasa memiliki sifat yang sama?

Contoh lain juga dari karakter yang berbeda ialah pribadi yang pendiam juga tertutup. Sosok ini terlihat lebih misterius. Butuh usaha yang keras untuk bisa membuatnya sekedar tertawa, sekuat apapun usahamu kemungkinan ia hanya bisa tersenyum saja. Sifatnya kalem, tenang dan tidak tergesa-gesa. Tidak hanya obrolan yang tak penting, bahkan yang sifatnya penting pun ia tetap memilih diam dan memperhatikan. Tidak jarang unek-unek ia tuangkan dalam bentuk tulisan, terlebih tulisan itu tidak ia berikan kesempatan untuk dikonsumsi publik, oleh karenanya, sikap tokoh ini terus-menerus misterius, tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang ia inginkan. Ketika saatnya makan, ia tetap ikut makan bareng teman-temannya, ketika waktu salat, ia juga ikut berjamaah, dan sebagainya. Ia tetap mengikuti kelompok sekelilingnya, hanya saja ia tidak membiarkan satu orang pun melewati batasan yang telah ia buat untuk menembus pribadinya yang lebih dalam. Mungkin, sesekali ia akan membuka mulut ketika ada seorang junior dengan karakter pertama mencoba menggali-gali latar belakangnya, itupun ia tetap pada prinsipnya, misterius! Apakah Anda memiliki sifat yang sama?

Dan banyak sebenarnya contoh karakter unik lainnya jika kita pelajari. Ada yang serupa, tapi tak sama, ada yang sama namun jarang. Tidak salah jika Carl Jung, seorang psikiater asal Swiss mencoba memilah-milah karakter itu kepada introvert ataupun extrovert. Tidak hanya itu, merasa tidak sama dengan salah satu dari dua karakter tersebut, ada yang menambahkan unsur ketiga, yaitu ambivert. Padahal, jika diteliti lebih dalam, ada lebih banyak karakter diluar klasifikasi tersebut. Begitulah Allah menciptakan manusia, banyak anugerah dan hikmah kita temukan jika kita ingin renungkan. Pastinya, tidak ada insan yang sempurna, lebih kurang tetap ada di setiap jiwa dan raga manusia.





« PREV
NEXT »

No comments