BREAKING NEWS
latest

Advertisement

MENGENAL Istilah Islam Andalus


 Sebagaimana yang tercatat dalam riwayat sejarah, lebih kurang 8 abad lamanya Islam pernah membentangkan sayap kekuasaan hingga semenanjung Iberia, yaitu mulai 711 M hingga 1492 M. Panji Islam berkibar di bumi Eropa, bahkan negara Spanyol yang kita kenal sekarang pernah melantunkan azan lima kali sehari di setiap masjid sudut kotanya. Peradaban yang maju dan berkembang awalnya disebabkan penaklukkan oleh umat Islam yang terdiri dari bangsa Arab dan Berber Afrika Utara. Tidak hanya itu, masa pendudukan kedua bangsa tersebut dalam waktu yang sangat lama di semenanjung Iberia memberi dampak perubahan istilah negara yang dimunculkan, yaitu Andalus.

Asal-usul Kata “Andalus” Dalam Riwayat Sejarah
Ada beberapa istilah yang disebutkan oleh sejarawan terdahulu untuk menyebut wilayah Spanyol atau semenanjung Iberia. Sejarawan Kristen menamakannya “Hispania” atau “Spania”, yang dimaksud adalah wilayah sebagian semenanjung Iberia baik yang tunduk kepada pemerintahan umat Islam Moor ataupun yang sudah terlepas dan direbut kembali oleh Kristen.
Sedangkan sejarawan Arab menyebut wilayah semenanjung Iberia yang tunduk kepada pemerintahan Islam dengan nama “بلاد الأندلس atau “Negeri Andalus”. Dengan begitu, jelas ketika berlangsung masa reconquista (perebutan kembali) oleh Kristen Spanyol, satu per satu wilayah Andalus telah berhasil direbut hingga menyisakan satu dinasti kecil di kota Granada pada akhir abad ke-15 M, maka hanya kota itu saja yang disebut dengan istilah Andalus.
Sebaliknya, sangat jarang sejarawan dan ahli geografi muslim menamakannya dengan istilah “Hispania”, kalaupun ada, maka yang dimaksudkan adalah hanya beberapa wilayah berikut: Portugal, Castilla, Navarre, dan Aragon.
Bagaimanapun, penggunaan istilah Andalus telah terjadi sejak awal penaklukkan yang dilakukan oleh bangsa Arab, yaitu saat mereka menemukan kepingan logam dinar pada 716 M, logam itu dipahat dua sisi, ialah sisi depan ditulis dengan Bahasa Latin yang bermakna “Dicetak di Hispania”, dan dalam makna yang sama di sisi belakang logam tersebut ditulis dengan Bahasa Arab “ضرب في الأندلس”.
Selain itu, penggunaan lafaz Andalusia tidak hanya mengacu pada wilayah yang dikuasai oleh umat Islam pada masa silam, melainkan dipakai juga hingga sekarang dengan sebutan “Andalucia”, yaitu sebutan untuk wilayah Selatan Spanyol: Granada, Malaga, Cordoba, Sevilla, Almeria, Jaén, Huelva dan Càdiz.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyebutan lafaz Andalus sebagaimana yang sering disebutkan oleh bangsa Arab dari berbagai kalangan adalah wilayah semenanjung Iberia dibawah kendali Islam, dan orang Andalus ialah umat muslim yang hidup dan tinggal di daerah manapun di Sanyol, baik di Barat, Extremadura, Aragon bawah, maupun Levante.





Referensi:
  1. R. Menéndez Pidal: España del Cid, (Madrid: Espasa-Calpe S.A., 1967), hal. 72-3.
  2. E. Lévi Provençal: Historya de España; terj. Ali Abderrauf al-Bamba, Tarikh Isbaniyya al-Islamiyah, ed. 3, (Madrid, 1967), hal. 78.
  3. I. de Las Cagigas: Al-Andalus (unos datos y una pregunta), jilid IV, (1936), hal. 205.

« PREV
NEXT »

No comments